Mengapa Pustakawan?

Pertanyaan yang sering muncul. Sering. Bahkan dari orang-orang yang bisa dibilang cukup kenal karena seringnya bertemu. Hampir semua orang yang bertanya rasanya memiliki rasa penasaran yang ekstra dibandingkan ketika menanyakan pertanyaan yang sama ke orang lain (tentunya dengan profesi yang lain juga).


Baik, mungkin untuk menjawabnya secara pribadi saya perlu menarik mundur ke masa dimana saya menentukan jalan hidup (cie berat bener pembahasannya), terutama pada waktu itu adalah saat memilih jurusan atau program studi yang akan dipilih pada saat mendaftar kuliah.


Alhamdulillah, saya waktu itu lolos setelah mengikuti beberapa kali tes di salah satu kampus negeri di sebuah kota kecil di Pulau Jawa. Sengaja mengambil diploma, mengingat dari awal pilihan saya semuanya selalu S1 dan tak ada satupun yang berhasil. Jadi saya rasa tak ada salahnya menjatuhkan pilihan terakhir ke diploma yang sebenarnya hanya berjaga-jaga untuk menjaga kans lolos. Ternyata pilihan terakhir tersebutlah yang *nyantol dan sampai saat ini menjadi rezeki saya.


Menjadi mahasiswa perpustakaan tentunya mendapat pertanyaan yang sama. Mengapa jurusan perpustakaan? Hmmm.. sepertinya dari sini mulanya. Jawaban tersimpel tentu saja, ya daripada saya tidak bisa kuliah, atau saya lolos di pilihan ini jadi tidak ada salahnya mencoba apa yang sudah saya pilih. Seiring berjalannya waktu tidak ada masalah yang berarti dari teman-teman seperjuangan, mata kuliah, dosen-dosen, suasana kampus, ataupun faktor finansial yang membuat saya merasa nyaman dan tidak terpikirkan sekalipun untuk mengikuti tes kembali atau mencoba mendaftar di jurusan lain.


Singkat cerita, saya lulus tepat waktu (bahkan waktu sidang yang lebih awal dari waktu normalnya) dan tentu tidak sendiri karena banyak teman-teman seperjuangan saya juga demikian hehe. Setelah lulus, saya memang sudah memantapkan hati dari awal kuliah (karena sudah merasa nyaman dan cocok) untuk mencari profesi sesuai dengan bidang yang saya kuasai.


Perjalanan dari masa kuliah yang sempat mendapatkan tugas, observasi, proyek, maupun magang ke beberapa perpustakaan membuat saya memiliki gambaran tentang bagaimana menjadi pustakawan yang dibutuhkan dan mengikuti perkembangan teknologi. Dari situlah saya semakin mantap untuk tetap menjadi pustakawan sebagai mata pencaharian saat itu dan seterusnya. Untuk bagaimana perjalanan profesi sampai saat ini mungkin bisa dibahas di postingan terpisah. 


Sekian postingan saya kali ini, semoga bisa membantu menjawab pertanyaan yang sama yang ditujukan ke teman-teman pustakawan semua.


Salam Literasi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar