Langkah berikutnya part 2

Pilihan kedua yaitu transfer menjadi sarjana. 


Sama seperti pilihan bekerja, mencari informasi tentang perkuliahan transfer S1 juga bisa dengan bertanya terlebih dahulu, dengan dosen, kepala jurusan, alumni, dan teman yang sepemikiran ingin melanjutkan kuliah.


Pilihan kampus tidak terlalu banyak, dan tidak semuanya membuka jalur transfer untuk S1, dan bahkan di beberapa kampus hanya tahun-tahun tertentu saja dan tidak setiap tahun membuka pendaftaran transfer. Sebagai informasi dari jenjang diploma ke sarjana nantinya tidak melulu sama nama jurusannya, biasanya untuk sarjana ada embel-embel tertentu seperti kearsipan, informasi, dll.

Langkah berikutnya

Sebagai seorang mahasiswa jurusan perpustakaan, mari sejenak tenangkan pikiran dan mulai mencoba realistis untuk masing-masing. Sebenarnya apa yang akan didapat jika kelak sudah selesai menjalani pendidikan di jurusan ini. Langkah berikutnya yang akan jadi penentu terutama untuk karier kedepannya. Jadi, sudahkah ditentukan?


Oke, sebelumnya kita tarik mundur terlebih dahulu dan kita bagi menjadi 2 kubu yaitu kubu diploma dan sarjana. Pembagian ini yang saya maksud adalah dari pendidikan yang pertama atau yang sedang dijalani apakah diploma perpustakaan (bisa D2 atau D3) atau sudah langsung mendaftar sarjana ilmu perpustakaan (S1). Karena terkhusus kali ini akan lebih banyak pembahasan tentang diploma.

Apakah pustakawan harus suka membaca?

Kita semua sama-sama tahu, banyak sekali slogan-slogan atau mungkin juga quotes tentang buku sebagai jembatan ilmu atau membaca buku sebagai jendela dunia dan masih banyak yang lainnya. Pustakawan sebagai orang yang dalam profesinya salah satu tugasnya adalah menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dalam hal ini semua orang yang membutuhkan informasi. Jadi apakah pustakawan harus suka membaca? Terutama membaca buku? Jawabannya adalah…

Menurut opini saya, bisa iya bisa juga tidak. Secara harfiah pustakawan secara langsung selalu bersentuhan dengan buku-buku yang tentunya tidak mungkin dibaca semua olehnya. Tapi wajib dikuasai oleh pustakawan tersebut. Mengapa? Kembali ke paragraf pertama yang mana pustakawan menyajikan informasi yang dibutuhkan pemustaka tentunya tidak akan tersampaikan jika pustakawan tidak menguasai informasi paling tidak yang ada di perpustakaan tempat ia bekerja. Jadi sesimpel ini misalnya, pemustaka biasanya membutuhkan informasi seperti judul buku yang dicari, dimana letak bukunya, buku-buku apa saja yang kaitannya dengan tema atau topik yang dibutuhkan, jika sudah ketemu buku yang dicari kemudian pemustaka penasaran dengan isi bukunya setidaknya pustakawan bisa sedikit memberi rincian atau gambaran mengenai isi buku, topik, atau bab yang penting dari buku tersebut. Selanjutnya berlaku juga untuk koleksi lain, mengingat perpustakaan adalah tempat yang kaya akan informasi dan informasi tak hanya berasal dari buku saja melainkan seperti terbitan berkala, suratkabar, peta, koleksi referensi, koleksi audio visual, dan lainnya.

Mengapa Pustakawan?

Pertanyaan yang sering muncul. Sering. Bahkan dari orang-orang yang bisa dibilang cukup kenal karena seringnya bertemu. Hampir semua orang yang bertanya rasanya memiliki rasa penasaran yang ekstra dibandingkan ketika menanyakan pertanyaan yang sama ke orang lain (tentunya dengan profesi yang lain juga).


Baik, mungkin untuk menjawabnya secara pribadi saya perlu menarik mundur ke masa dimana saya menentukan jalan hidup (cie berat bener pembahasannya), terutama pada waktu itu adalah saat memilih jurusan atau program studi yang akan dipilih pada saat mendaftar kuliah.


Alhamdulillah, saya waktu itu lolos setelah mengikuti beberapa kali tes di salah satu kampus negeri di sebuah kota kecil di Pulau Jawa. Sengaja mengambil diploma, mengingat dari awal pilihan saya semuanya selalu S1 dan tak ada satupun yang berhasil. Jadi saya rasa tak ada salahnya menjatuhkan pilihan terakhir ke diploma yang sebenarnya hanya berjaga-jaga untuk menjaga kans lolos. Ternyata pilihan terakhir tersebutlah yang *nyantol dan sampai saat ini menjadi rezeki saya.

Pertama

Selamat Datang dan Terima Kasih!

Mohon izin kembali bermain salah satu permainan lama yang sudah cukup lama terabaikan. Saya di sini berharap blog ini bisa menjadi tempat saling berbagi ilmu dan informasi mengenai dunia perpustakaan, kepustakawanan, maupun kepustakaan terutama bagi para pustakawan yang menyempatkan waktunya untuk membaca blog ini. Selain itu juga saya berharap feedback apabila ada yang perlu ditanggapi, dikoreksi, ataupun ditambahkan dalam setiap postingannya. Baiklah untuk tulisan pertama saya di blog baru ini (hehe), cukup sampai di sini saja. Semoga kedepannya akan membuat pembaca semua terutama pustakawan seluruh Indonesia betah berkunjung kesini.