Apakah pustakawan harus suka membaca?

Kita semua sama-sama tahu, banyak sekali slogan-slogan atau mungkin juga quotes tentang buku sebagai jembatan ilmu atau membaca buku sebagai jendela dunia dan masih banyak yang lainnya. Pustakawan sebagai orang yang dalam profesinya salah satu tugasnya adalah menyajikan informasi yang dibutuhkan oleh pemustaka dalam hal ini semua orang yang membutuhkan informasi. Jadi apakah pustakawan harus suka membaca? Terutama membaca buku? Jawabannya adalah…

Menurut opini saya, bisa iya bisa juga tidak. Secara harfiah pustakawan secara langsung selalu bersentuhan dengan buku-buku yang tentunya tidak mungkin dibaca semua olehnya. Tapi wajib dikuasai oleh pustakawan tersebut. Mengapa? Kembali ke paragraf pertama yang mana pustakawan menyajikan informasi yang dibutuhkan pemustaka tentunya tidak akan tersampaikan jika pustakawan tidak menguasai informasi paling tidak yang ada di perpustakaan tempat ia bekerja. Jadi sesimpel ini misalnya, pemustaka biasanya membutuhkan informasi seperti judul buku yang dicari, dimana letak bukunya, buku-buku apa saja yang kaitannya dengan tema atau topik yang dibutuhkan, jika sudah ketemu buku yang dicari kemudian pemustaka penasaran dengan isi bukunya setidaknya pustakawan bisa sedikit memberi rincian atau gambaran mengenai isi buku, topik, atau bab yang penting dari buku tersebut. Selanjutnya berlaku juga untuk koleksi lain, mengingat perpustakaan adalah tempat yang kaya akan informasi dan informasi tak hanya berasal dari buku saja melainkan seperti terbitan berkala, suratkabar, peta, koleksi referensi, koleksi audio visual, dan lainnya.



Tenang, tak perlu menjadi beban. Setelah dipikir-pikir memang tidak mudah menjadi pustakawan, akan tetapi seiring berjalannya waktu dengan jam terbang yang terus bertambah tentunya akan bertambah pula perbendaharaan informasi yang dapat kita sajikan kepada pemustaka. Tentu saja pelan namun pasti, apabila tidak tahu sama sekali sebaiknya bilang saja atau tunggu sejenak untuk kita tanyakan ke rekan kerja (jika punya) atau yang lebih mudah yaitu tanyakan ke internet. Setelah itu dengan bertanya akan mudah kita ketahui tanpa mencari tahu sendiri dan nantinya secara otomatis akan diingat untuk kedepannya informasi tersebut ada yang menanyakan kembali.

Baiklah, saya rasa sudah cukup menjawab dari pertanyaan tersebut. Jadi jika teman-teman ada yang kurang suka atau bahkan tidak suka membaca buku tapi ingin jadi pustakawan tidak perlu risau karena perlahan bisa berubah pola pikirnya. Untuk yang memang sudah menyukai buku sejak lama sebaiknya lanjutkan karena akan sangat bermanfaat untuk pekerjaan maupun hal-hal lainnya di luar pekerjaan. Sekian.

Salam Literasi!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar